Selasa, 11 Maret 2014

resensi : Vidia and the Fairy Crown



Judul Buku         : Vidia and the Fairy Crown
Penulis                : Laura Driscoll
Resentator           : Nadia Nur Faiha S
Penerbit               : PT.Gramedia Pustaka Umum
Tebal Buku         : 110 Halaman
          Never Land adalah sebuah pulau ajaib tempat para putri duyung asyik bermain dan anak-anak yang tidak pernah tumbuh menjadi besar. Di jantung Never Land yang tersembunyi, terdapat sebuah tempat bernama Pixie Hollow, kerajaan para peri Never. Di Pixie Hollow terdapat sebuah pohon maple besar, mereka menyebutnya Home Tree dan di sana hiduplah ratusan peri perempuan dan laki-laki. , dan setiap peri yang tinggal di sana memiliki bakatnya sendiri yang unik dan luar biasa. Tak jauh dari Home Tree, di cabang-cabang pohon hawthorn, bertenggerlah Mother Dove, mahluk yang paling ajaib. Ia duduk di atas telurnya sambil menjaga para peri, dan sebaliknya, para peri pun menjaganya. Selama telur Mother Dove tetap utuh, tak seorang pun di Never Land akan bertambah tua.
          Vidia adalah peri-bakat-terbang-cepat yang paling cepat di Pixie Hollow, tetapi sifatnya yang pemarah dan tidak pandai menjaga kata-katanya membuat hubungannya dengan semua peri menjadi kurang baik. Begitu pula hubungannya dengan Ree, sang ratu.
          Pada hari perayaan Hari Kedatangan Ratu, tiba-tiba mahkota ratu hilang dari tempatnya. Dari apa yang telah dikatakan oleh Vidia pada pagi harinya,bahwa dia bisa saja dengan mudah mencuri mahkota ratu, seluruh warga Pixie Hollow mengira bahwa Vidia lah yang mengambil mahkota tersebut, maka Sang Ratu lalu mengancam menjatuhkan hukuman dengan mengusir Vidia dari Pixie Hollow untuk selama-lamanya bila ia tidak dapat membuktikan bahwa ia tidak bersalah. Tentu saja hal ini membuat Vidia menjadi sangat gusar,karena dia tidak pernah mencuri mahkota ratu.Dengan dibantu Prilla peri yang lembut hati, Vidia bertekad membersihkan namanya, maka dimulailah petualangan mereka untuk menemukan mahkota tersebut.
          Vidia mengawali pencariannya dengan menemui para dayang ratu R hia,Rhisel,dan Grace untuk menanyakan terakhir kali mereka melihat mahkota itu.dan Rhia menjelaskan,bahwa dua hari yang lalu saat dia sedang membersihkan mahkota itu dia melihat bahwa mahkota itu penyok,dan dia pergi membetulkannya pada Aidan,peri laki laki yang berbakat memperbaiki mahkota.
         Mendengar keterangan dari Rhia,Vidia langsung menemui Aidan untuk meminta penjelasan dari apa yang Rhia ungkapkan.Menurut Aidan dia tidak tahu Rhia datang karna dia sedang memperbaiki sesuatu dengan mesin yang sangat berisik.Tapi Rhia menyimpan mahkota itu didalam kain beludru hitam di tumpukan barang lainnya.karena Aidan tidak tahu bahwa di dalam tumpukan barangnya ada mahkota dia mencuci semua barangnya pada Twire,peri bakat mencuci.
          Saat Vidia datang menemui Twire,dan menjelaskan apa yang dia inginkan,Twire teringat bahwa memang benar ada tas beludru di tumpukan cucian Aidan dan dia menyimpannya karena dia yakin bisa memanfaatkannya nanti.
            Ternyata,salah satu peri lain bernama Nora menyadari ada sebuah mahkota didalamnya dan dia menyatukan mahkota itu ke dalam gudang dimana di gudang itu bertumpuk sejuta mehkota palsu yang sangat mirip dengan aslinya.Disana Vidia harus mencoba satu persatu mahkota itu sambil menbaca mantra.karena mahkota yang asli akan selalu pas ukurannya dengan yang memakainya.
          Vidia terpaksa harus mencoba satu persatu mahkota,hingga waktu menjelang pagi dia baru bisa menemukan mahkota yang asli.dia langsung memberikan mahkota itu pada ratu dan menjelaskan bagaimana dia bisa mendapatkannya.akhirnya Vidia terbebas dari semua tuduhan.
Amanat :
-         pandai-pandailah menjaga lidah kita, karena perkataan yang tidak semestinya diucapkan dapat menjerumuskan kita pada masalah besar.
-          Jangan menuduh tanpa bukti.
Kelebihan buku :
-          Menarik
-          sampul bukunya yang cantik penuh warna dan ber-glitter di beberapa tempat, cerita khayalan tentang dunia peri selalu menarik untuk disimak.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar