AYAH
Ayah…
Dimana kau berada
Ku selalu mencari dirimu
Disinu ku sangat merindukanmu
Menginginkan untuk berjumpa denganmu
Merindukan akan belaianmu
Ayah…
Kasihmu selalu ku rindukan
Tapi mengapa kau tak pernah hadir dalam mimpiku
Mimpi yang begitu nyata bagiku
Ku menginginkan kau kembali
Walau itu mustahil bagiku
Ku selalu mengharapkan kau hadir dalam hidupku
Menemaniku setiap saat
Menemani masa pertumbuhanku
Ayah…
Aku tumbuh menjadi besar
Tanpa kau disisiku
Tanpa kau yang menemani hari hariku
Disaat ku pejamkan mataku
Ku selalu berdoa semoga semoga ku bisa bertemu denganmu
Disaat ku buka mataku
Ku selalu berharap engkau ada di hadapanku
Pedih memang pedih
Sakit memang sakit
Tapi mau berbuat apa
Tangis telah menjadi tangis
Tinggal iar mata di pipi
Aku melihat hari bulan dan tahun
Hujan member itahuku
perubahan musim
Musim dingin yang mencekan
Dan musim panas yang mengancam
Waktu terasa lebih cepat berlalu
Orang bilang dia tidak sepertiku
Tapi mengapa aku terasa sepertinya
Orang bilang aku bahagia
Tapi mengapa mereka tak bisa melihatku bersedih
Ingin ku gali gundukan itu
Ingin ku cabut papan nama di setiap dukaku
Tapi aku tahu batu tak bisa dilawan oleh batu
Begitupun perasaanku
Haruskah aku melawan semua kesedihan,kekecewaan dan takdir
yang telah menjadi miliku
Dengan kebencian dalam hatiku
TIDAK
Aku merasa semua ini adalah guru terhebat bagiku
Ayah…
Walaupun kita tak pernah bertemu
Tapi aku yakin
Kita akan bertemu dialam lain
Alam yang sanyat indah
Suatu saat nanti…
karya:Nadia Nur Faiha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar